Jumat, 04 November 2016

TUGAS EKONOMI KOPERASI #2



                      KOPERASI SEBAGAI BADAN USAHA
          
          I.    Latar Belakang

Koperasi merupakan Badan Usaha pada UU No. 25 tahun 1992. Sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk kepentingan bersama, koperasi tetap harus didahulukan karena anggota koperasi merupakan elemen terpenting sebagai roda penggerak koperasi. Pelaksanaan kegiatan koperasi yang sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsipnya dapat mencirikan sebagai lembaga ekonomi. Dengan demikian koperasi dapat menjadi badan usaha yang strategis.
Koperasi sebagai badan usaha maka, perlu dibahas lebih detail mengenai pengertian badan usaha, pengertian koperasi sebagai badan usaha, mendefinisikan tujuan perusahaan koperasi, mengetahui nilai koperasi yang memaksimumkan keuntungan, memaksimumkan nilai perusahaan dan meminimumkan biaya. Untuk lebih jelasnya akan dipaparkan di pembahasan.


           II.        Pembahasan
A. Pengertian Badan Usaha
Badan usaha atau perusahaan adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan dan mengorganisasikan sumber-sumber daya untuk tujuan memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa untuk dijual (Dominick Salvatore, 1989). Dalam setiap perusahaan yang modern, ada 4 sistem yang saling beinteraksi dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai perusahaan tersebut, yaitu:

1.  Sistem keuangan / ekonomi (economic/financial system)
2.  Sistem tehnik (technical system)
3.  Sistem organisasi san personalia (human/organizational system)
4.  Sistem informasi (information system)
                          
    Ditinjau dari sudut system yang saling berinteraksi dalam perusahaan tersebut, maka perusahaan dapat diartikan sebagai kombinasi dari manusia, aset-aset fisik dan non fisik, informasi dan teknologi. Dengan demikian organisasi perusahaan adalah unit-unit ekonomi, dank arena itu aktivitasnya dianalisis dengan model-model ekonomi. 

B. Pengertian Koperasi sebagai Badan Usaha
 Koperasi adalah badan usaha (UU No. 25 tahun 1992). Sebagai badan usaha, koperasi tetap tunduk terhadap kaidah-kaidah perusahan dan prinsip-prinsip ekonomi yang berlaku. Dengan mengacu pada konsepsi system yang bekerja pada suatu badan usaha, maka koperasi sebagai badan usaha juga berarti merupakan kombinasi dari manusia, aset-aset fisik dan non fisik, informasi dan teknologi. Karena itu, koperasi harus dapat menghasilkan keuntungan dalam mengembangkan organisasi dan usahanya.
    Sebagai badan usaha yang ditujukan untuk kepentingan bersama, kesejahteraan anggota koperasi mutlak harus didahulukan karena anggota koperasi adalah elemen terpenting yang menjadi roda penggerak koperasi. Ciri utama koperasi yang membedakannya dengan badan usaha lainnya (non koperasi) adalah posisi anggota. Dalam UU Nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian disebutkan bahwa, anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Dalam bahasa ekonomi atau teori pemasaran, pengguna jasa ini disebut pelanggan (customer). Untuk koperasi primer di Indonesia, anggotanya minimal 20 orang. Dengan demikian, anggota koperasi adalah orang sebagai individu yang merupakan subjek hokum dan subjek ekonomi tersendiri. Mereka ini mempunyai kepentingan ekonomiyang sama, yang diwadahi oleh koperasi dalam memenuhi kepentingan ekonomi tersebut.
   Badan usaha koperasi merupakan wadah kesatuan tindakan ekonomi dalam rangka mempertinggi efesiensi dan efektifitas pencapaian tujuan ekonomi individu anggotanya. Koperasi sebagai badan usaha dan unit ekonomi, selain harus memiliki 4 sistem yang dimaksud di atas, juga harus memasukkan system keanggotaan (membership system) sebagai system yang ke lima. Sistem keanggotaan ini sangat penting dimasukkan sebagai system ke lima kedalam perusahaan koperasi, karena hal tersebut merupakan jati diri dan nilai keunggulan koperasi. Selain itu, dapat bekerja atau tidaknya koperasi sangat tergantungi dari partisipasi para anggota koperasi di badan usaha tersebut.

C.   Tujuan dan Nilai Koperasi
     Prof. William F. Glueck (1984), pakar manajemen terkemuka dari University Georgia dalam bentuk Strategy Management And Business Policy, mendefinisikan tujuan perusahaan sebagai hasil terakhir yang dicari organisasi melalui eksistensi dan opearsinya. Beraneka ragam tujuan yang berbeda-beda dikejar oleh organisasi perusahaan, seperti kesinambungan keuntungan, efesiensi, mutu produk, menjadi pemimpin paasar (market leader), dan lain-lain.
   Selanjutnya, Glueck menjelaskan 4 alasan mengapa perusahaan harus mempunyai tujuan.
·  Tujuan membantu mendefinisikan organisasi dalam lingkungannya.Dengan menetapka tujuan, maka perusahaan akan menarik orang yang mengenali tujuan ini sehingga mau bekerja untuk meraka.
·       Tujuan membantu mengkoordinasikan keputusan dan pengambilan keputusan. Tujuan yang dinyatakan mengarahkan perhatian karyawan kepada norma prilaku yang dihendaki. Tujuan dapat mengurangi pertentangan dalam membuat keputusan apabila semua karyawan mengetahui apa tujuannya.
·   Tujuan menyediakan norma untuk menilai pelaksanaan prestasi organisasi. Tujuan merupakan norma terakhir bagi organisasi dalam menilai dirinya. Tanpa tujuan, organisasi tidak mempunyai dasar yang jelas untuk menilai keberhasilannya.
·         Tujuan merupakan sasaran yang lebih nyata daripada pernyataan misi.

Dalam banyak kasus perusahaan bisnis, tujuan umumnya dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:
·         Memaksimumkan keuntungan (maximize profit)
·         Memaksimumkan nilai perusahaan (maximize the value of the firm)
·         Meminimumkan biaya (minimize profit)

Dalam fungsinya sebagai badan usaha, maka koperasi tetap tunduk pada prinsip-prinsip ekonomi perusahaan dan prinsip-prinsip dasar koperasi. Khusus yang menyangkut aspek perkoperasian, ada 6 aspek dasar yang menjadi pertimbangan untuk mencapai tujuan koperasi sebagai badan usaha, yaitu:
·         Status dan motif anggota koperasi
·         Kegiatan usaha
·         Permodalan koperasi
·         Manajemen koperasi
·         Organisasi koperasi
·         Sistem persaingan keuntungan (Sisa Hasil Usaha)

D.   Definisi Tujuan Perusahaan Koperasi
Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan usaha tidaklah semata-semata hanya  pada orientasi laba (profit oriented), melainkan juga pada orientasi manfaat  (benefit oriented). Karena itu, dalam banyak kasus koperasi, nmanajemen koperasi tidak mengejar keuntungan sebgai tujuan perusahaan karena mereka bekerja didasari dengan pelayanan (service at cost). Untuk koperasi diindonesia, tujuan badan usaha koperasi adaalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya (UU No. 25/1992 pasal 3). Tujuan ini dijabarka dalam berbagai aspek program oleh manajemen koperasi pada setiap rapat angggota tahunan.

            III.    Kesimpulan
    Koperasi sebagai badan usaha. Badan usaha yaitu suatu organisasi yang mengkombinasikan dan mengorganisasikan sumber-sumber daya untuk tujuan memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa untuk dijual Sedangkan koperasi merupakan usaha bersama. Dalam artian bahwa didalam koperasi terdapat anggota yang mempunyai tujuan bersama untuk mencapai kesejahteraan , kemakmuran , dan memiliki suatu nilai koperasi yang baik.

           IV.    Sumber

Jumat, 07 Oktober 2016

PENULISAN #1



PILIHAN

Setiap manusia mempunyai pilihan untuk tujuan hidup masing-masing. Ketika sudah mendapatkan tujuan itu masalah akan menerpa baik langsung banyak maupun sedikit demi sedikit. Karena orang yang sudah mencapai titik sukses itu tidak selamanya tenang pasti akan ada cobaan. Mengapa demikian? Karena Allah Maha Adil. Orang yang sukses tidak diperbolehkan menyombongkan dirinya dengan orang yang masih berjuang menjemput kesuksesannya. Memilih sesuatu untuk  menjadi tujuan hidupnya  tidaklah mudah. 

Seseorang yang bernama Ratu , dia mengalami masalah dimana dia  harus memilih antara Kuliah, Organisasi dan Bekerja. Dimana posisi dia baru saja memasuki masa perkuliahan. Sebenarnya ketiga pilhan itu tidak dapat dipilih salah satu karena memang ketiganya diperlukan dalam mencapai kesuksesan. Jika Ratu memilih kuliah saja, positifnya kemungkinan nilainya akan terus meningkat karena dia hanya fokus pada kuliah dan tugas-tugasnya saja. Negatifnya, dia tidak mendapatkan bersosialisasi dengan baik dan merasakan arti kebersamaan dalam sebuah tim. Jika Ratu hanya memilih Organisasi, positifnya dia memang akan lebih dekat dengan orang-orang luar , menambah wawasan , dapat merasakan arti kebersamaan sebuah tim dan bersosialisasi dengan baik. Negatifnya, dia akan keteteran dengan kuliahnya, nilai dia akan menurun bila hanya fokus di organisasi saja. Dan jika Ratu hanya memilih bekerja, positifnya dia akan merasakan betapa susahnya mendapatkan uang hasil jerih payahnya dia sendiri. Negatifnya, walaupun dia sudah bekerja mendapatkan uang dia belum bisa membuat orangtua dia bangga karena orang tua Ratu menginginkan dirinya untuk lanjut kuliah terlebih dahulu dan bekerja hanya mendapatkan ijazah SMA saja belum cukup. 

Setelah berjalannya waktu Ratu memikirkan pilihannya, dan dia  bertanya kepada teman-teman, orangtua dan berdoa meminta petunjuk pada Allah SWT. Akhirnya Ratu memilih untuk kuliah terlebih dahulu dengan diselingi mengikuti kegiatan organisasi. Mengapa Ratu memilih kuliah dengan di selingi mengikuti kegiatan organisasi? Karena Ratu ingin mendapatkan gelar sarjana dan dia ingin merasakan bekerjasama dengan tim agar didalam dunia pekerjaan nantinya dia tidak kaget. 

Memasuki semester 3 Ratu mulai merasakan kegalauan yang amat sangat menguras pikirannya. Dimana tugas-tugas sangatlah banyak menghampirinya belum ditambah dengan tugasnya didalam kegiatan organisasi tersebut. Dia rasa inilah ujian yang waktu itu sudah dia bayangkan setelah mengambil keputusannya. Dulu memang Ratu santai menjalani perkuliahannya tetapi sekarang dia harus pintar-pintar membagi waktu, menjaga kesehatan, memilah dan memilih mana yang penting dan yang tidak penting. Ratu hanya dapat menjalaninnya seiring dengan berjalannya waktu. Karena memang inilah keputusan yang dia ambil. Tanggung jawab dia besar setelah mengambil keputusannya itu. 

"Setiap manusia memiliki hak untuk memilih suatu hal yang akan menjadi tujuannya. Tetapi, Ingatlah setiap keputusan  memerlukan Tanggung Jawab yang sangat Besar"

TULISAN BEBAS



PILIHAN

Setiap manusia mempunyai pilihan untuk tujuan hidup masing-masing. Ketika sudah mendapatkan tujuan itu masalah akan menerpa baik langsung banyak maupun sedikit demi sedikit. Karena orang yang sudah mencapai titik sukses itu tidak selamanya tenang pasti akan ada cobaan. Mengapa demikian? Karena Allah Maha Adil. Orang yang sukses tidak diperbolehkan menyombongkan dirinya dengan orang yang masih berjuang menjemput kesuksesannya. Memilih sesuatu untuk  menjadi tujuan hidupnya  tidaklah mudah. 

Seseorang yang bernama Ratu , dia mengalami masalah dimana dia  harus memilih antara Kuliah, Organisasi dan Bekerja. Dimana posisi dia baru saja memasuki masa perkuliahan. Sebenarnya ketiga pilhan itu tidak dapat dipilih salah satu karena memang ketiganya diperlukan dalam mencapai kesuksesan. Jika Ratu memilih kuliah saja, positifnya kemungkinan nilainya akan terus meningkat karena dia hanya fokus pada kuliah dan tugas-tugasnya saja. Negatifnya, dia tidak mendapatkan bersosialisasi dengan baik dan merasakan arti kebersamaan dalam sebuah tim. Jika Ratu hanya memilih Organisasi, positifnya dia memang akan lebih dekat dengan orang-orang luar , menambah wawasan , dapat merasakan arti kebersamaan sebuah tim dan bersosialisasi dengan baik. Negatifnya, dia akan keteteran dengan kuliahnya, nilai dia akan menurun bila hanya fokus di organisasi saja. Dan jika Ratu hanya memilih bekerja, positifnya dia akan merasakan betapa susahnya mendapatkan uang hasil jerih payahnya dia sendiri. Negatifnya, walaupun dia sudah bekerja mendapatkan uang dia belum bisa membuat orangtua dia bangga karena orang tua Ratu menginginkan dirinya untuk lanjut kuliah terlebih dahulu dan bekerja hanya mendapatkan ijazah SMA saja belum cukup. 

Setelah berjalannya waktu Ratu memikirkan pilihannya, dan dia  bertanya kepada teman-teman, orangtua dan berdoa meminta petunjuk pada Allah SWT. Akhirnya Ratu memilih untuk kuliah terlebih dahulu dengan diselingi mengikuti kegiatan organisasi. Mengapa Ratu memilih kuliah dengan di selingi mengikuti kegiatan organisasi? Karena Ratu ingin mendapatkan gelar sarjana dan dia ingin merasakan bekerjasama dengan tim agar didalam dunia pekerjaan nantinya dia tidak kaget. 

Memasuki semester 3 Ratu mulai merasakan kegalauan yang amat sangat menguras pikirannya. Dimana tugas-tugas sangatlah banyak menghampirinya belum ditambah dengan tugasnya didalam kegiatan organisasi tersebut. Dia rasa inilah ujian yang waktu itu sudah dia bayangkan setelah mengambil keputusannya. Dulu memang Ratu santai menjalani perkuliahannya tetapi sekarang dia harus pintar-pintar membagi waktu, menjaga kesehatan, memilah dan memilih mana yang penting dan yang tidak penting. Ratu hanya dapat menjalaninnya seiring dengan berjalannya waktu. Karena memang inilah keputusan yang dia ambil. Tanggung jawab dia besar setelah mengambil keputusannya itu. 

"Setiap manusia memiliki hak untuk memilih suatu hal yang akan menjadi tujuannya. Tetapi, Ingatlah setiap keputusan  memerlukan Tanggung Jawab yang sangat Besar"